Katalog Buku

Karya-karya inspiratif dari penulis Po Boro Toto Lema.

Remaja dan Pergumulan Jati Dirinya

Remaja dan Pergumulan Jati Dirinya

Andreas Neke

<p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Masa&nbsp;</span><a href="https://www.kompasiana.com/tag/remaja" rel="noopener noreferrer" target="_blank" style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(66, 139, 202);">remaja</a><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">&nbsp;adalah masa pencarian dan penemuan jati diri sebagai seorang pria dan wanita yang sejati. Masa ini disertai oleh kegairahan, yang ditandai oleh energi yang meluap-luap dan gelora yang menggebu-gebu. Ini mencakup juga kegairahan dan gelora untuk meraih cita-cita dan menoreh kisah&nbsp;</span><a href="https://www.kompasiana.com/tag/cinta" rel="noopener noreferrer" target="_blank" style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(66, 139, 202);">cinta</a><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">. Maka, tulisan berikut akan menguraikan tentang keduanya yang akan mengerucut pada idealitas yang seharusnya dihidupi oleh seorang remaja yang sedang mengenyam&nbsp;</span><a href="https://www.kompasiana.com/tag/pendidikan" rel="noopener noreferrer" target="_blank" style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(66, 139, 202);">pendidikan</a><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">&nbsp;di bangku sekolah.</span></p><p><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(66, 139, 202);"><a href="https://www.kompasiana.com/tag/remaja" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Remaja</a></strong><strong style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">&nbsp;yang Anak sekolah</strong></p><p><br></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Tak dapat dipungkiri bahwa remaja yang anak sekolah berhadapan langsung dengan dua hal pokok yaitu cita-cita dan cinta. Dua hal ini sering berjalan berbarengan, dan serentak dengannya dapat pula saling bertolak belakang satu sama lain.</span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Dikatakan berbarengan karena dalam cita-cita ada cinta, dan dalam cinta ada cita-cita. Sedangkan dikatakan bertolak belakang bila seorang remaja lebih mengutamakan cita-cita dengan melupakan cinta, atau sebaliknya lebih mengutamakan cinta dengan mengabaikan cinta.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Tak jarang bila seorang remaja yang lebih memprioritaskan cita-cita dan melupakan cinta, kerap akan diejek dan bahkan dijauhkan oleh teman-teman. Mereka ini akan dikatakan "tak gaul, atau bahkan tak laku".</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Sebaliknya bila seorang remaja yang lebih memprioritaskan cinta dengan mengabaikan cita-cita akan dikatakan sebagai playboy/playgirl. Atau yang lainnya, bila mengutamakan cinta tetapi tidak disertai dengan kecerdasan intelektual akan dikatakan "modal tampang, otak kosong". Rasa-rasanya menjadi seorang remaja berada pada posisi yang serba salah.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Kemudian lahirlah pertanyaan, manakah yang harus menjadi prioritas: cita-cita atau cinta, atau cita-cita dan cinta? Jawabannya tentu akan sangat bergantung pada hal mana yang menjadi orientasi dan prioritas hidup seorang remaja itu sendiri!</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Remaja dan Cita-cita</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Orang bijak mengatakan bahwa rahasia sebuah kesuksesan sangat bergantung pada orientasi untuk "menatap suatu cita-cita". Ini lahir atau timbul dari dalam diri seseorang, yang di dalamya disertai pula oleh ambisi, keyakinan, dan keberanian untuk menanggung resiko.</span></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">David J. Scwartz dalam buku The Magic of Thinking Big menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah di mana anda kemarin, tetapi ke manakah anda esok. Hari esok kiranya menjadi orientasi utama tanpa harus mengabaikan masa lampau dan masa kini, yang tentunya berperan pula dalam pembentukan masa depan seseorang.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Yang penting di sini adalah semangat dan antusiasme, pemberian diri, selalu menambah pengetahuan, dan berani membuat rencana yang besar. Keempat hal ini berkaitan erat satu sama lain. Semangat dan antusiasme merupakan dorongan dari dalam diri seseorang. Dorongan ini disertai pula oleh kesadaran terhadap suatu hal yang akan dilakukan. Dorongan ini merupakan energi positif yang menggerakkan seseorang untuk menggapai sesuatu. Di dalamnya ada minat yang besar terhadap sesuatu hal yang memampukannya untuk meraih hal tersebut.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Dalam semangat dan antusiasme harus ada pemberian diri (self giving). Pemberian diri merupakan tindakan mendedikasikan diri untuk menggapai hal tertentu. Tanpa pemberian diri sesuatu yang diharapkan tak akan pernah diperoleh. Dalam pemberian diri ini pula tersimpan kemauan untuk mengorbankan sesuatu yang tidak perlu demi sesuatu yang lebih perlu. Dan demi sesuatu yang lebih perlu ini seseorang harus mampu mengabaikan segala hal termasuk itu kesenangan-kesenangan yang bersifat sesaat saja.&nbsp;</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Semangat/antusiasme dan pemberian diri akan mewujud dalam tindakan selalu menambah pengetahuan. Dalam upaya untuk selalu menambah pengetahuan tersirat keinginan untuk belajar secara terus-menerus. Ini berdasar pada perasaan dan keyakinan bahwa diri sendiri tak mengetahui banyak hal atau kurang memiliki pengetahuan. Hal yang terakhir ini akan memampukan seseorang untuk senantiasa menggali dan menemukan hal-hal baru dalam hidupnya. Dalam keinginan untuk menambah pengetahuan, seseorang dimampukan untuk senantiasa berusaha guna memahami sesuatu sesudah melihat, menyaksikan dan mengalami sesuatu itu.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Dan pada akhirnya antusiasme, pemberian diri, dan selalu menambah pengetahuan harus disertai pula oleh keberanian untuk membuat rencana yang besar. Daniel Burham mengatakan, "Jangan sekali-kali membuat rencana yang kecil. Rencana yang kecil tidak dapat mempengaruhi orang. So, buatlah rencana yang&nbsp;besar dan hebat. Sekali suatu rencana besar telah diperhatikan, ia tidak akan hilang lagi". Rencana dan rancangan berarti kesediaan untuk mengatur segala sesuatu terlebih dahulu, memikirkan apa yang perlu dibuat, dan mempersiapkan segala sesuatu yang perlu.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 51, 51);">Ini penting dipahami guna masa depan yang lebih baik. Masa depan seseorang adalah tanggung jawab orang yang bersangkutan. Wajah Anda adalah tanggungjawab Anda. Ini berarti bahwa masing-masing individulah yang menentukan hendak menjadi apa individu tersebut kelak. Keberhasilan dan kegagalan adalah tanggung jawab Anda. Ini akan sangat bergantung pada sejauh mana Anda memfokuskan diri Anda pada hal yang menjadi prioritas masa depan Anda.</span></p><p><br></p>


Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /var/www/html/src/Utils/helpers.php on line 39
Retak yang Menghidupkan: Mencari Makna di Sela Ketidaksempurnaan Hidup

Retak yang Menghidupkan: Mencari Makna di Sela Ketidaksempurnaan Hidup

Andreas Neke, dkk

<p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Manusia adalah makhluk multidimensional. Dengannya dalam diri manusia melekat identitas sebagai makhluk religius (homo religiosus), makhluk yang belajar (homo educandum), makhluk politik (homo politicus), makhluk yang bekerja (homo faber), dan makhluk yang berbudaya (homo humanus).</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Dalam cakupan multidimensionalitasnya sebagai manusia terkandung juga “keretakan-keretakan”, karena ketidaksempurnaan manusia sebagai “makhluk yang terbatas”. Ini merupakan realitas, yang perlu direfleksikan secara lebih mendalam agar dapat mencapai hidup yang bermakna.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Dengannya, buku yang berjudul “Retak yang Menghidupkan: Mencari Makna di Sela Ketidaksempurnaan Hidup”, memberikan gambaran bahwa hidup manusia dalam aneka dimensinya selalu terkandung “keretakan” yang perlu “ditambal”. Dan ini semua bisa terwujud manakala manusia, terutama para generasi muda, selalu membuka diri untuk terus belajar memperbaiki diri dan realitas hidup di sekitarnya.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Kiranya sebuah kesadaran bahwa setiap pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan terjadi dalam beragam kesulitan, tetapi bukan dalam kenyamanan. Dengannya berarti bahwa beragam “keretakan” yang ada bukanlah rintangan, tetapi batu pijakan untuk menerima dan belajar darinya, agar menjadikan hidup lebih hidup alias bermakna bagi diri sendiri dan orang lain.</span></p>


Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /var/www/html/src/Utils/helpers.php on line 39
Iman yang Membumi: Menelusuri Praksis Beriman dalam Realitas Hidup Masyarakat Ngada-Flores-NTT

Iman yang Membumi: Menelusuri Praksis Beriman dalam Realitas Hidup Masyarakat Ngada-Flores-NTT

Andreas Neke

<p><span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(51, 65, 85);">Realitas hidup sehari-hari menunjukkan dengan sangat terang dikotomi antara iman (agama) yang dianut dengan praksis hidup. Tak jarang orang mengaku beriman (beragama), tetapi dalam kenyataannya berperilaku tidak sesuai dengan iman (agama) yang dianutnya. Kenyataan yang demikian menggugah penyadaran orang-orang beriman (beragama) untuk menyadari sepenuhnya ajaran imannya, dan dapat memraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umat beriman kristiani, hidup yang sejati harus selaras dengan ajaran Kristus. Iman akan Kristus harus berbuah dalam kehidupan sehingga dapat berfaedah bagi sesama, dan bukannya memberikan duka dan nestapa mendalam bagi kehidupan. Iman yang berbuah ini menjadi acuan dasar untuk menguji bobot keberimanan kita sehingga tak ada dikotomi antara Gereja dan masyarakat, altar dan dapur, serta mimbar dan pasar. Dengan membaca buku ini diharapkan agar praksis keberimanan kita sejalan dengan ajaran iman yang kita anut. Menyelaraskan iman dan perbuatan berarti membuahkan iman dalam hidup. Iman yang demikian adalah iman yang membumi, karena “iman tanpa perbuatan adalah mati”.</span></p>


Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /var/www/html/src/Utils/helpers.php on line 39
MENATA BANGSA YANG BERADAB: Peran Gereja, Pendidikan, Pemerintah, dan Keluarga

MENATA BANGSA YANG BERADAB: Peran Gereja, Pendidikan, Pemerintah, dan Keluarga

Andreas Neke, dkk

<p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Sebagai warga Negara dalam konteks NKRI yang tercinta ini, melekat di dalam diri kita Hak dan Kewajiban. Kita tentu paham tentang Hak dan Kewajiban, karena sejak masih di bangku Pendidikan Dasar kita telah sangat biasa dengannya, hingga tetap terbawa “sepanjang hayat di kandung badan”.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Namun demikian disadari bahwa sering kali terjadi ketimpangan manakala banyak orang lebih menuntut hak dan mengabaikan kewajiban. Harus dipahami bahwa kewajiban adalah TANGGUNGJAWAB yang berada di pundak generasi penerus bangsa ini.</span></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Keberlangsungan negara ini akan sangat bergantung dari para penerusnya. Tanggungjawab itu ada di pundak para penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang berkembang dan maju, dan lebih dari itu adalah bangsa yang BERADAB.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Peradapan sejati harus berjalan berbarengan dengan “BERADAB”-nya para penerus bangsa. Ini harus terjadi dalam beragam dimensi kehidupan, dan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkugan kerja, juga dalam beragam aspek kehidupan yang menyangkut aspek religius, sosial, pendidikan, adat, ekonomi, dan politik, dan lain-lain.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Ini berarti bahwa perwujudan keberadaan sebagai warga negara yang baik harus menyata. Tugas kita masing-masing adalah menjadikan bangsa ini lebih maju dan beradab dari waktu ke waktu. Tidak perlu berpikir hebat dan luar biasa, perwujudannya harus menyata dalam praksis hidup sehari-hari, di mana pun kita berada, dan dalam bidang apa pun kita bekerja.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Lingkungan di mana kita berada dan tempat di mana kita bekerja merupakan locus pertanggungjawaban kita agar bangsa ini makin maju dan berkembang serta berperadaban. Tanpa kesadaran akan tanggungjawab untuk meciptakan lingkungan dan tempat kita berada dan bekerja agar semakin maju dan beradab, maka yang akan terjadi kemudian adalah chaos, katastrofe, alias malapetaka dan kehancuran. Dan jika ini yang terjadi, maka kita hanya akan memungut puing-puing sisa peradaban bangsa.</span></p><p><br></p><p><span style="background-color: rgb(245, 246, 255); color: rgb(37, 49, 60);">Dengan demikian, tugas dan tanggungjawab kita melekat di mana kita berada dan dalam situasi apa kita berprofesi. Tugas dan tanggungjawab kita adalah MENATA BANGSA YANG BERADAB sehingga ujungnya adalah kebaikan dan kesejahteraan “seluruh tumpah darah Indonesia”.</span></p>


Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /var/www/html/src/Utils/helpers.php on line 39